Jumat, 09 Desember 2011

rio andriawan(105120401111018)

EXPLORING DEVELOPMENT

Sudah bukan rahasia lagi Pembangunan merupakan sebuah tujuan negara-negara barat dan maju (negara dunia ke I) semata-mata hanya untuk sarana memanfaatkan / eksploitasi negara-negara berkembang (negara dunia ke III) / berkembang dan terbelakang. Maka dari itu munculah banyak dampak negatif salah satunya yang paling krusial berupa kesenjangan serta ketidakseimbangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), ada yang memandang hal tersebut sebagai sebuah pertentangan yaitu faham postkolonialisme, maka dari itu munculah postkolonialisme untuk mengkritisi hal tersebut, karena akibat ketidaksetujuan dari postkolonialisme memandang hal tersebut, oleh karena itu, postkolonialisme berusaha mencari solusi dengan mengkritik dimana adanya pembangunan yang membawa kemajuan serta perubahan realita implementasinya malah tidak membawa dampak positif berupa kemajuan serta perubahan kearah yang baik sama sekali, padahal pada realita implementasinya malah sebaliknya membawa banyak dampak negatif khususnya pada negara dunia ketiga / berkembang dan negara terbelakang.

Jika Foucault memandang, pembangunan pada dasarnya bersumber pada banyak sumber daya, antara lain sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) khususnya berupa distribusi “power” dan “knowledge”, dinamika politik dan ekonomi semuanya saling membutuhkan dan saling mendukung, tinggal bagaimana kita memaksimalkan semua unsur-unsur pembangunan supaya pembangunan yang lebih baik terlaksana. Dimana pada “power” dan “knowledge” pada masyarakat barat tidak bisa mewakili pada situasi dan kondisi negara di dunia ketiga dengan masalah pembangunan yang masih terbelakang. Jadi disini dapat saya simpulkan bahwa Inti dari postkolonialisme adalah pembangunan yang “eurosentris” pembangunan yang berbasis terpusat pada eropa yang dibawa oleh faham-faham barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar