Minggu 6
The End of Development, or the New Beginning?
Masyarakat memerlukan pembangunan. Salah satu dari teori pembangunan adalah teori post-development. Teori post-development mengatakan bahwa tujuan dari pembangunan berkaitan erat dengan modernisasi, yang memerlukan perluasan kontrol dari dunia barat dan sekutunya di negara-negara berkembang. Dengan kata lain tujuan dari pembangunan bukanlah human development melainkan kendali oleh manusia dan penghapusan dominasi. Teori ini juga membuat beberapa klaim yang menarik, bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan peningkatan taraf hidup melainkan peralihan dari ekonomi yang sebelumnya bersifat informal ke dalam jaringan sirkulasi komoditas. Dalam teori ini negara dianggap semena-mena. Yaitu akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Post-development sendiri tidak menciptakan sebuah teori pembangunan, mereka hanya mengkritisi teori pembangunan sekarang. Post development meyakini adanya suatu new beginning dari pembangunan karena pembangunan pada dasarnya tidak pernah berakhir hanya berubah sesuai interpretasi masing-masing.
Minggu 5
Ada yang beranggapan bahwa apa yang terjadi pada sebuah negara berkembang merupakan suatu efek yang ditimbulkan dari hubungan yang terjadi antara negara berkembang dengan negara-negara maju. Hubungan tersebut mengakibatkan munculnya istilah ‘metropolis satellite structure’. Istilah ini sendiri dimaksudkan kepada negara-negara maju yang disebut dengan metropolis dan juga negara-negara berkembang yang disebut satellite. Seperti yang kita ketahui, sekarang ini semakin banyak pengeksploitasian yang dilakukan oleh negara maju terhadap negara berkembang, yang merupakan praktek dari kapitalisme yang dilakukan oleh negara metropolis.
Kapitalisme sendiri adalah suatu paham yang berkonsentrasi pada kebebasan pasar yang tentu saja akan mempengaruhi struktur pembangunan dan politik. Sistem ini tampaknya cukup bagus karena akan meningkatkan daya saing perekonomian suatu negara dan akan membawa keuntungan ekonomi yang besar terhadap pembangunan suatu negara, namun disisi lain kapitalisme juga akan membawa kerugian bagi negara-negara berkembang, hal ini disebabkan adanya ketertinggalan teknologi pengolahan sumber daya yang ada, beberapa peneliti berpendapat bahwa negara-negara maju hanya memanfaatkan negara-negara berkembang sebagai sumber dari bahan mentah yang dari industri yang dimiliki negara maju, jadi bisa dianggap bahwa kapitalisme justru menghambat pembangunan bagi negara-negara berkembang karena mereka hanya di manfaatkan bagi kemajuan negara maju.
Selengkapnya...
Jumat, 28 Oktober 2011
Linda Octaviani Buanan K. / 105120407111014
0
Dennis Wahyudianto (105120400111057)
0
- Berbeda dengan pembangunan negara-negara metropolis yang ada di dunia ini , dimana mereka tidak mendapat status satellite, pembangunan negara ataupun subordinat metropole terbatasi dan terbatasi oleh status satellite.a
- Negara satellite ternyata mengalami perkembangan ekonomi dan perkembangan industri yang sangat pesat justru disaat hubungan yang dibangun antara negara satellite dengan negara metropolis dalam keadaan terlemah
- Negara-negara yang saat ini menjadi negara terbelakang dalam hal pembangunan negaranya ternyata merupakan negara-negara yang mempunyai hubungan terdekat dengan negara metropolis pada masa lampau
Jumat, 21 Oktober 2011
andil yudha sakti (105120400111056)
0
Briansyah S. P. 105120400111044
0
taufiq binaranto .h/105120400111002
0
week 6
The End of Development, or a New Beginning
post development berkeyakinan dengan adanya pembangunan di suatu Negara akan meningkatkan standar hidup dari Negara tersebut.tetapi teori ini sebenarnya kepanjangan tangan dari system kapitalis. dan merupakan suatu bentuk dimana akan membuat negara maju tambah kaya dan si miskin tidak akan kaya.
karena tidak dapat menyelsaikan masalah kemiskininan yang notabene penghambat dari pembangunan,teori ini banyak sekali mendapatkan kritikan. bagi post-development, dari modernisasi dan pembangunan sendiri tidak bisa dilepaskan padangan ini mendapatkan banyak kritik dari teori-teori lain , mereka menyatakan bahwa menyatakan bahwa modernisasi justru dapat menyebabkan kemiskinan.
week5
pada intinya andre gunder frank menyatakan bahwa pembangunan ialah milik negara2 maju dan tidak ada kesempatan bagi negara miskin untuk melakukan pembangunan.Sistem kapitalisme yang semakin berkembang tak menciptakan suatu perkembangan pembangunan bagi negara dunia ketiga.
terdapat beberapa hipotesis yang di sampaikan oleh andre gunder frank yaitu:Pembangunan di suatu Negara tidak akan berjalan lancer karena terhalang oleh statusnya sebagai Negara satelit,Pembangunan ekonomi di Negara-negara satelit baru akan mencapai puncaknya ketika hubungan mereka dengan Negara-negara metropolis melemah,dan fakta bahwa ternyata selama ini daerah-daerah terbelakanglah yang menjadi penyuplai negara maju.
kesimpullan bahwa perkembangan yang di katakan secara global ternyata belum rata dan menyeluruh sehingga menciptkan kesenjangan antar negara kaya dan negara miskin dan pembangunan menyebabkab terbentuknya negara metropolis yang d\negara kaya sebagai aktornya dan negara berkembang sebagi negara satelit.
Selengkapnya...
Diana Ratry Purwa 105120400111050
0
DEVELOPMENT
0
irfan taufiq al f / 105120400111022
0
Minggu Ke-5 Perdebatan Kapitalisme dan Pembangunan; (Teori-teori Samir Amin dan Bill warren)Kapitalisme dan Imperialisme Hubungan antara kapitalism
0
Kapitalisme dan Imperialisme
Hubungan antara kapitalisme dan pembangunan, antara lain, sebuah titik pusat sengketa dalam debat terakhir antara Samir Amir dan para pengikut dari Bill Warren. Pertanyaan kapitalisme iya atau tidak, telah mempromosikan pembangunan, pada kenyataannya, implicity atau explicity, menduduki banyak literatur marxis yang berhubungan dengan masalah-masalah sistem dunia kontemporer, ketergantungan dan terkait pembangunan.
Namun pertanyaan itu tampaknya didasarkan pada kebingungan. Untuk fakta bahwa kapitalisme, sebagai modus produksi, telah maju kekuatan-kekuatan produksi sampai pada batas yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang sangat berbeda dari pertanyaan apakah kapitalisme atau imperialism tidak menyebar pada skala dunia?.
Kapitalisme berarti mode produksi yang didasarkan pada eksploitasi tenaga kerja oleh modal dan imperialisme berarti proses dimana suatu pembagian kerja internasional dibuat melalui perpanjangan kondisi akumulasi kapitalis pada skala dunia. Dengan demikian fakta bahwa kapitalisme adalah modus progresif produksi tidak selalu mengecualikan kemungkinan menyebabkan keterbelakangan imperialsm.
Imperialisme dapat menimbulkan keterbelakangan yang justru menghambat pembangunan.
Menurut Samir Amin
Amin Mengatakan bahwa seseorang dapat menemukan tiga teori yang berbeda yang menjelaskan keterbelakangan: akumulasi primitif, spesialisasi internasional, dan ketidaksetaraan dalam tingkat upah antara negara. Meskipun berkumpul di titik-titik tertentu, mereka sebenarnya terpisah dan demikian dengan alternatif penjelasan.
Amin menghubungkan tiga penjelasan dengan cara berikut ketika ia menyebutkan bahwa:
Bentuk yang berbeda antara masa lalu, sekarang, dan mungkin akan datang.Dari spesialisasi yang tidak setara yang merupakan mekanisme akumulasi primitif yang menguntungkan pusat. Ini adalah mekanisme yang, menemukan ekspresi dalam meningkatkan perbedaan dalam upah tenaga kerja, pengabdian dan penonjolan keterbelakangan. (Amin, 1976; 190-91).
Menurut Amin, munculnya monopoli pada akhir abad ke-19 menciptakan kondisi untuk upah tingkat menengah yang meningkat bersama-sama dengan produktivitas,sementara upah di tingkat pinggiran tetap rendah. Sampai kemudian pertukaran adalah sama, kemudian terjadi pertukaran yang tidak seimbang yang dimulai karena perbedaan dalam tingkat upah (Amin, 1976: 187-88).
Kemudian Pentingnya 'spesialisasi internasional' dalam teori Amin juga tidak begitu jelas. Menurut Amin, spesialisasi Internasional dimulai ketika kapitalisme menjadi sistem dunia dan ini ternyata hasil dari Revolusi industri (Amin).
Akumulasi Autosentris
Teori utama yang menjelaskan baik 'akumulasi primitif' dan 'spesialisasi internasional' adalah ketidaksetaraan dalam tingkat upah dan dalam kerangka teori ini Amin sudah cukup dalam untuk menjelaskan perbedaan antara pusat dan pinggiran. Masalah utama dalam proses akumulasi kapitalis adalah kontradiksi antara kapasitas untuk memproduksi dan mengkonsumsi kapasitas. Oleh karena itu hubungan penting dalam sistem ini adalah bahwa antara produksi barang modal dan produksi barang-barang konsumsi, yang pada gilirannya disediakan oleh luasnya pasar internal.
Sementara kapitalisme sentral ditandai oleh akumulasi autocentric, dalam karakteristik utama artikulasi pinggiran 'dari proses akumulasi di pusat keberadaan suatu hubungan obyektif antara harga dari tenaga kerja dan tingkat perkembangan kekuatan produktif, sama sekali tidak ada. Perbedaan antara pusat dan pinggiran dalam terms dari perilaku dan upah juga memiliki implikasi lain. 'Akumulasi Autocentric memberikan modus kapitalis di pusat sistem kecenderungan untuk menjadi eksklusif, yaitu, untuk menghancurkan semua mode pra-kapitalis (77).Amin tidak dapat membedakan antara pusat dan pinggiran melalui konsep akumulasi autocentric. Konsep akumulasi autosentris seharusnya untuk mendefinisikan kapitalisme metropolitan,yang hanya berlaku untuk tahap kapitalisme monopoli. Pada gilirannya, yang berarti bahwa dalam fase kapitalisme politan kompetitif untuk menjelaskan perkembangan ekonomi metropolitan, dalam fase kompetitif, yang secara teoritis tidak dapat dibedakan dari ekonomi perifery.
Developmentalisme
Konsepsi masyarakat ideal dikembangkan juga secara samar. Hal ini menjadi ideal karena ketika pembangunan menjadi perhatian utama, Pembangunan negara-negara memberikan 'model' dimana perbedaan harus adil. Dengan pengaturan standar kapitalisme metropolitan, Tingkat pinggiran seharusnya untuk menampilkan distorsi tertentu (Smith).
Bagaimana 'sistem' dalam masyarakat kapitalis maju adalah evaluasi politik yang tetap jelas dengan hasil bahwa kesimpulan politik anti-kapitalisme dalam cita-cita pembangunan menghasilkan kebingungan.
Perspektif developmentist dan visi kelas kapitalisme kurang tercermin dalam kesimpulan politik Amin.Konsep akumulasi autocentric menyiratkan bahwa rumus untuk pembangunan ini adalah resolusi kontradiksi dan sikap Amin untuk kasus sosialisme: teori ini menyatakan bahwa ada perbedaan mendasar antara model akumulasi mandiri dan model penjelasan periphery,sistem kapitalis ... itu termasuk prospek kapitalisme, dan otonom di pinggiran. Ini menegaskan bahwa sosialis dengan sistem ini memerlukan obyektifitas.(Amin). Evaluasi developmentist kapitalisme tentu merupakan hasil dalam kerangka ahistoris yang mengecualikan periodesasi teoritis yang bermakna dari ekonomi dunia dan pembagian kerja internasional, yang berdasarkan pada konsep perjuangan kelas.
Menurut Bill Warren
Pandangan Bill Warren, Dalam arti paradoks, bukan merupakan kritik neo-Marxisme, karena gagal memutuskan hubungan dengan kerangka yang sama 'developmentist'. Sementara Amin mencoba membuat perbedaan antara pusat dan pinggiran tanpa sukses, warren tampaknya tidak mengakui perbedaan tersebut. Oleh karena itu, sementara argumen Amin adalah kritik developmentist kapitalisme, yang warren merupakan pertahanan developmentist yang pada titik tertentu cenderung menjadi permintaan maaf atas kapitalisme. Tujuan utama Warren adalah untuk menghidupkan kembali perspektif Marxis klasik pada kapitalisme, yaitu misi historis yang terakhir untuk mengembangkan kekuatan produksi.
Bahkan Warren mengatakan bahwa serangan formiddle tentang kecenderungan nasionalis dalam neo-marxisme.
Bantahan Teori Ketergantungan : Industrialisasi di Negara Pinggiran.
Dimana Bill warren menunjukkan bahwa proses industrialisasi memungkinkan pertumbuhan ekonomi di Dunia Ketiga. Pendapat Warren mendapat dukungan dari Fernado Henrique Cardoso dan Peter Evans dimana mereka meyakini bahwa pembangunan dan industrialisasi memang terjadi di negara pinggiran. Pada akhirnya melahirkan apa yang disebut oleh Peter Evans sebagai Aliansi Tripel, yaitu kerjasama antara:
(1) Modal asing,
(2) pemerintah di negara pinggiran yang bersangkutan
(3)borjuasi lokal. Modal asing, melalui perusahaan-perusahaan multinasional raksasa, melakukan investasi di negara pinggiran tersebut.
Kapitalisme dan sosialisme tidak dianggap sebagai mode produksi yang memiliki relevansi kelas, tetapi lebih sebagai sistem ekonomi yang memungkinkan untuk pengembangan lebih atau kurang. Tidak ada kesimpulan politik bisa tanpa suara dan dapat diandalkan mengacu pada hubungan-hubungan produksi dan kelas. Selain itu, istilah perdebatan adalah ditulis dalam kerangka yang idealis pengalaman direproduksi di seluruh dunia. perspektif seperti gagal untuk melihat bahwa pembangunan tidak identik dengan kepuasan kebutuhan manusia.Kedua penulis, disibukkan dengan hubungan antara kapitalisme dan pembangunan sebagai suatu proses abstrak, mencapai visi kesatuan dari sebuah 'semua atau tidak' politary. Mengenai pembangunan atau keterbelakangan sebagai proses kesatuan merupakan hasil dari pengabaian evolusi hubungan kelas baik di dalam maupun di seluruh negara. Hal ini langsung cocok untuk konsepsi umum pembangunan atau keterbelakangan sebagai proses pusat-determinated.
gusti rafangga 105120400111016
0
gusti rafangga 105120400111016
0
- 1. Hipotesis pertama
- 2. Hipotesis kedua
- 3. Hipotesis ketiga