Jumat, 28 Oktober 2011

Linda Octaviani Buanan K. / 105120407111014 0



Minggu 6
The End of Development, or the New Beginning?

Masyarakat memerlukan pembangunan. Salah satu dari teori pembangunan adalah teori post-development. Teori post-development mengatakan bahwa tujuan dari pembangunan berkaitan erat dengan modernisasi, yang memerlukan perluasan kontrol dari dunia barat dan sekutunya di negara-negara berkembang. Dengan kata lain tujuan dari pembangunan bukanlah human development melainkan kendali oleh manusia dan penghapusan dominasi. Teori ini juga membuat beberapa klaim yang menarik, bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan peningkatan taraf hidup melainkan peralihan dari ekonomi yang sebelumnya bersifat informal ke dalam jaringan sirkulasi komoditas. Dalam teori ini negara dianggap semena-mena. Yaitu akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Post-development sendiri tidak menciptakan sebuah teori pembangunan, mereka hanya mengkritisi teori pembangunan sekarang. Post development meyakini adanya suatu new beginning dari pembangunan karena pembangunan pada dasarnya tidak pernah berakhir hanya berubah sesuai interpretasi masing-masing.

        
 Minggu 5

Ada yang beranggapan bahwa apa yang terjadi pada sebuah negara berkembang merupakan suatu efek yang ditimbulkan dari hubungan yang terjadi antara negara berkembang dengan negara-negara maju. Hubungan tersebut mengakibatkan munculnya istilah ‘metropolis satellite structure’. Istilah ini sendiri dimaksudkan kepada negara-negara maju yang disebut dengan metropolis dan juga negara-negara berkembang yang disebut satellite. Seperti yang kita ketahui, sekarang ini semakin banyak pengeksploitasian yang dilakukan oleh negara maju terhadap negara berkembang, yang merupakan praktek dari kapitalisme yang dilakukan oleh negara metropolis.

Kapitalisme sendiri adalah suatu paham yang berkonsentrasi pada kebebasan pasar yang tentu saja akan mempengaruhi struktur pembangunan dan politik. Sistem ini tampaknya cukup bagus karena akan meningkatkan daya saing perekonomian suatu negara dan akan membawa keuntungan ekonomi yang besar terhadap pembangunan suatu negara, namun disisi lain kapitalisme juga akan membawa kerugian bagi negara-negara berkembang, hal ini disebabkan adanya ketertinggalan teknologi pengolahan sumber daya yang ada, beberapa peneliti berpendapat bahwa negara-negara maju hanya memanfaatkan negara-negara berkembang sebagai sumber dari bahan mentah yang dari industri yang dimiliki negara maju, jadi bisa dianggap bahwa kapitalisme justru menghambat pembangunan bagi negara-negara berkembang karena mereka hanya di manfaatkan bagi kemajuan negara maju. Selengkapnya...

Dennis Wahyudianto (105120400111057) 0

Development and Underdevelopment
               
Sampai saat ini, mayoritas masyarakat masih menganggap bahwa kesuksesan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari tahap-tahap suksesi tingkatan yang diperenalkan oleh capitalism dan bagi negara-negara yang underdevelopment saat ini, mereka dianggap masih di tingkatan tradisional , yang sudah ditinggalkan oleh negara-negara yang sudah berkembang pada masa lalu. Begitu juga dengan pemahaman yang dibangun dimana untuk mencapai kemapanan pembangunan, suatu negara harus menyatukan pandangan terhadap modal, institusi dan nilai norma mereka dengan negara-negara kapitalis nasional dan internasional . Ternyata pemahaman kontemporer saat ini dapat melihat bahwa adanya kontradiksi jika ditelisik secara sejarah . Seperti , negara maju (metropolis) tidak pernah melewati fase underdevelopment ,walaupun pernah terdapat di posisi undevelopment, ataupun negara berkembang (satelite) dapat meningkatkan pembangunan ekonominya hanya dengan terlepas atau independent dari ikatan atau difusi dengan negara-negara metropolis.
                Terdapat tiga teori kontemporer yang muncul dari studi kasus yang berkisar tentang pembangunan negara berkembang, dengan Amerika Latin sebagai objek penelitannya (Brasil, Chili dan Argentina dalam artikel ini), antara lain :
  1. Berbeda dengan pembangunan negara-negara metropolis yang ada di dunia ini , dimana mereka tidak mendapat status satellite, pembangunan negara ataupun subordinat metropole terbatasi dan terbatasi oleh status satellite.a
  2. Negara satellite ternyata mengalami perkembangan ekonomi dan perkembangan industri yang sangat pesat justru disaat hubungan yang dibangun antara negara satellite  dengan negara metropolis dalam keadaan terlemah
  3. Negara-negara yang saat ini menjadi negara terbelakang dalam hal pembangunan negaranya ternyata merupakan negara-negara yang mempunyai hubungan terdekat dengan negara metropolis  pada masa lampau
Semua hipotesis dan penelitian memberi kesan bahwa the global extension and unity of the capitalist system memonopoli sturuktur sistem internasional dan juga pembangunan suatu negara melalui sejarah dan pengecapan status yang ditanamkan secara konsisten daripada melihat perkembangan industri kapitalis yang berkembang di negara underdeveloped itu sendiri.


The End Developpment , or  a New Beginning ?
                
Studi Pembangunan merupakan salah satu dari “benteng”  modernisme dalam ilmu sosial.  Dimana setiap teoritis mempunyai pemaknaan yag berbeda tujuan dari pembangunan dan juga beberapa permasalahan dalam isi dan hal yang diinginkan untuk didapatkan. Dalam teoritis yang meyakini “postdevelopment” , tujuan pembangunan lebih dekat kepada modernisasi  dimana dikontrol oleh negara-negara Barat dan aliansi nasional di negara-negara berkembang. Jadi , bisa dipastikan bahwa             kesejahteraan manusia bukanlah hakiki tujuan pembangunan , tetapi  penguasaan kontrol dan dominasi manusialah tujuan sebenarnya. Seperti halnya industri, pada dasarnya setiap pembangunan mengklaim bahwa perindustrian adalah indicator utama untuk membentuk suatu pembangunan dalam suatu negara, tetapi akhirnya menjadi dominasi terhadap manusianya sendiri dengan menjadikan manusia sebagai budak dengan label “buruh”, sehingga hal ini berkaitan dengan statement yang sudah diutarakan sebelumnya.

$0D

Selengkapnya...

Jumat, 21 Oktober 2011

andil yudha sakti (105120400111056) 0

minggu ke 5 

pada kenyataannya mustahil bagi negara maju untuk mendapatkan ‘status’ yang seperti dengan negara berkembang, walaupun standar hidup negara maju tersebut tidak berbeda jauh dengan negara berkembang. terdapat pula anggapan bahwa apa yang terjadi pada sebuah negara berkembang merupakan suatu efek yang ditimbulkan dari hubungan yang terjadi antara negara berkembang dengan negara-negara maju. 
Hubungan tersebut mengakibatkan munculnya istilah ‘metropolis satellite structure’. Istilah ini sendiri dimaksudkan kepada negara-negara maju yang disebut dengan metropolis dan juga negara-negara berkembang yang disebut satellite. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini, semakin banyak pengeksploitasian yang dilakukan oleh negara maju terhadap negara berkembang, yang merupakan praktek dari kapitalisme yang dilakukan oleh negara metropolis. ini menyebabkan munculnya beberapa hipotesis. Yang pertama adalah terdapatnya suatu perbedaan yang mencolok diantara negara metropolis dengan negara satelit, hal ini disebabkan karena pergerakan negara satelit sendiri agak dibatasi karena status yang telah dipikulnya (negara berkembang. Hipotesis yang kedua adalah negara satelit cenderung memiliki perkembangan ekonomi yang cukup pesat pada saat hubungan diantara negara satelit dan negara metropolis mengalami surut. Hal ini setidaknya bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dimana disebutkan bahwa perkembangan yang terjadi di negara berkembang dipengaruhi oleh hubungan yang dimilikinya dengan negara maju. Hipotesis yang ketiga sendiri lebih meraju kepada struktur yag dimilik oleh masing-masing negara tersebut, dimana negara satelit yang memiliki suatu hubungan dengan negara-negara maju di masa lampau cenderung memiliki perkembangan yang lambat.



minggu ke 6 

 the end of development or a new begining?

Negara berkembang mungkin telah menjadi representasi  dari avatar yang menjadi subjek dalam pembangunan model tradisional yang cenderung dikuasai oleh negara-negara  yang memiliki basis kapitalis. Perdebatan-perdebatan yang terjadi menyebabkan munculnya pandangan-pandangan baru dalam memandang pembangunan, diantaranya adalah, post-strukturalis yang menganggap bahwa pembangunan merupakan sebuah konsep sewenang-wenang yang pada akhirnya hanya menguntungkan kepentingan dari pihak-pihak tertentu. Sementara itu, post-development menganggap bahwa tujuan-tujuan dari pembangunan yang dipegan oleh negara-negara barat terhadap negara berkembang merupakan tujuan asli dari pembangunan itu sendiri.
Menurut pandangan post-development, pembangunan sendiri tidak bisa dilepaskan dari modernisasi. Modernisasi sendiri identik dengan westernisasi, hal ini berarti bahwa pembangunan cenderung dimonopoli oleh negara-negara barat yang terkadang memiliki seistem kapitalis. Namun padangan ini mendapatkan banyak kritik dari teori-teori lain, karena hal itu justru menyebabkan pembangunan yang tidak merata dan menyatakan bahwa modernisasi justru dapat menyebabkan kemiskinan. 
Selengkapnya...

Briansyah S. P. 105120400111044 0


Dalam perspektif Bill Warrent, kapitalisme yang dilakukan oleh suatu negara secara implisit ataupun eksplisit akan menghasilkan pembangunan pada negara yang dikapitalisasi. Hal ini dikarenakan negara-negara yang mengkapitalisasi negara lain telah memberikan pengaruh besar dalam beberapa aspek, artinya negara pengkapitalisasi telah memberikan alih peradaban kepada negara yang dikapitalisasi.
Sedangkan menurut Haldun Gulalp, pembangunan yang ideal dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu pendidikan dan ideologi pembangunan itu sendiri yang digolongkan oleh perspektif penggolongan kelas oleh Marxisme dan perubahan struktur pekerja dalam suatu negara.
Saat ini pembangunan dalam kapitalisme nyatanya melalui sisitem global, adalah monopoli struktur dan pembangunan tidak rata, lebih dari itu, pembangunan pada negara ketiga adalah sejarah serta presistensi hasil komersialisasi dari pada kapitalisme industrialisasi di negara underdeveloping (termasuk kemajuan industrialisasi dalam negara) tidak disajikan lebih banyak.
Dongeng dari developing dan dongeng dari underdeveloping nyatanya menunjukkan adanya sebuah jimat dalam industrialisasi. Industrialisasi saat ini yang ditopang oleh agrikultur dan kapasitas nyatanya digunakan untuk mekanisasi. Saat ini ada proyek yang dilakukan oleh negara maju untuk menentukan nilai jual sumber daya yang berupa minyak. Negara maju akan menentukan nilai jual minyak di pasaran dunia. Akhirnya timbullah suatu pertanyaan kapan imperialisme akan berakhir dalam peradaban dunia ini. Karena imperialisme sejatinya lebih memberikan beban kepada negara berkembang ketimbang faedahnya. Karean sejatinya selama imperialisme tetap ada maka pembangunan dirasa menemui jalan buntu, karena ada negara pengekakang penentuan kebijakan yang berusaha untuk tetap mempertahankan kekuasaannya sebagai negara maju dalam berbagai dimensi saat ini.

Selengkapnya...

taufiq binaranto .h/105120400111002 0

week 6


The End of Development, or a New Beginning

post development berkeyakinan dengan adanya pembangunan di suatu Negara akan meningkatkan standar hidup dari Negara tersebut.tetapi teori ini sebenarnya kepanjangan tangan dari system kapitalis. dan merupakan suatu bentuk dimana akan membuat negara maju tambah kaya dan si miskin tidak akan kaya.


karena tidak dapat menyelsaikan masalah kemiskininan yang notabene penghambat dari pembangunan,teori ini banyak sekali mendapatkan kritikan. bagi post-development, dari modernisasi dan pembangunan sendiri tidak bisa dilepaskan padangan ini mendapatkan banyak kritik dari teori-teori lain , mereka menyatakan bahwa menyatakan bahwa modernisasi justru dapat menyebabkan kemiskinan.


week5

pada intinya andre gunder frank menyatakan bahwa pembangunan ialah milik negara2 maju dan tidak ada kesempatan bagi negara miskin untuk melakukan pembangunan.Sistem kapitalisme yang semakin berkembang tak menciptakan suatu perkembangan pembangunan bagi negara dunia ketiga.

terdapat beberapa hipotesis yang di sampaikan oleh andre gunder frank yaitu:Pembangunan di suatu Negara tidak akan berjalan lancer karena terhalang oleh statusnya sebagai Negara satelit,Pembangunan ekonomi di Negara-negara satelit baru akan mencapai puncaknya ketika hubungan mereka dengan Negara-negara metropolis melemah,dan fakta bahwa ternyata selama ini daerah-daerah terbelakanglah yang menjadi penyuplai negara maju.

kesimpullan bahwa perkembangan yang di katakan secara global ternyata belum rata dan menyeluruh sehingga menciptkan kesenjangan antar negara kaya dan negara miskin dan pembangunan menyebabkab terbentuknya negara metropolis yang d\negara kaya sebagai aktornya dan negara berkembang sebagi negara satelit.
Selengkapnya...

Diana Ratry Purwa 105120400111050 0

The Development of Underdevelopment
          Negara maju mungkin pernah menjadi “negara tidak maju”, namun tdak pernah menjadi “negara belum maju”. Sedangkan keterbelakangan sebuah negara tercermin dari segi ekonomi, politik, sosial, karakterisitik ataupun strutur budaya. Relasi yang terjadi antara negara maju dan negara berkembang disebut dengan relasi satelit-metropolitan. Negara-negara maju, yang disebut dengan negara metroploitan, dan negara berkembang, yang disebut dengan negara satelit, akan mengalami saling ketergantungan.
          Kapitalisme menyebabkan keterbelakangan yang terjadi di negara berkembang. Negara berkembang akan sulit mencapai taraf yang berlaku di negara maju disebabkan oleh eksploitasi yang dilakukan oleh negara yang sudah maju. Negara maju sangat bergantung pada berlimpahnya sumber daya alam yang dimiliki oleh negara berkembang, dan negara berkembang sangat tergantung pada kemajuan negara maju tersebut.

          The End of Development, or the New Beginning?
          Salah satu dari teori pembangunan adalah teori post-development. Teori post-development mengatakan bahwa pembangunan yang dilakukan negara yang melakukan pembangunan akan meningkatkan standar hidup di negara yang bersangkutan. Dalam teori ini negara dianggap semena-mena. Yaitu akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kesejahteraannya
          Post-development memandang industri dapat membantu pembangunan, namun di sisi lain dianggap memperbudak manusia. Pada akhirnya, teori ini mendapat banyak tentangan. Salah satunya dianggap tidak dapat mengurangi kemiskinan.
Selengkapnya...

DEVELOPMENT 0

Perdebatan antara kapitalisme dan development
Untuk memahami hubungan antara kapitalisme dan development pada saru sisi dan antara imperialism dan development pada sisi lainnya yaitu berkonsentrai pada bentuk analisis secara historis yang memakai perjuangan kelas pada poin local. Kontradiksi antara kapitalisme dan pusat revolusi di tempat dunia periphery dalam system kapitalis yang berdasarkan pada penggabungan imperialism dan kapitalisme.
Amir saman membagi 3 teori yang menjelaskan teori keterbelakangan.:
Pengumpulan primitive, spesialisasi internasional, dan tidak sepadannya tingkat penghasilan antar negara.

            Pembangunan semakin berkembang setelah Perang Dunia II berakhir. Institisi yang turut membantu proses pembangunan ini diantaranya ialah World Bank, IMF, yang diciptakan untuk melakukan pekerjaan ini.  Pada waktu itu pembangunan ditandai dengan adanya proses industrialisasi yang sangat pesat.


Selengkapnya...

irfan taufiq al f / 105120400111022 0

            Minggu 5
kapitalisme adalah suatu paham yang berkonsentrasi pada kebebasan pasar yang tentu saja akan mempengaruhi struktur pembangunan dan politik. sistem ini tampaknya cukup bagus karena akan meningkatkan daya saing perekonomian suatu negara dan akan membawa keuntungan ekonomi yang besar terhadap pembangunan suatu negara, namun disisi lain kapitalisme juga akan membawa kerugian bagi negara - negara periferi, hal ini disebabkan adanya ketertinggalan teknologi pengolahan sumber daya yang ada, beberapa peneliti berpendapat bahwa negara - negara core hanya memanfaatkan negara - negara periferi sebagai sumber dari bahan mentah yang dari industri yang dimiliki negara core, jadi bisa dianggap bahwa kapitalisme justru menghambat pembangunan bagi negara - negara periferi karena mereka hanya di manfaatkan bagi kemajuan negara core..
                selain membutuhkan bahan mentah yang didapat dari negara periferi, negara core juga membutuhkan pasar untuk pemasaran hasil – hasil industri yang mereka lakukan, hal ini tentu saja untuk memaksimalkan keuntungan mereka, oleh beberapa negara seperti singapura ataupun malaysia pemasaran hasil industri oleh negara – negara core tersebut bisa mendatangkan keuntungan bagi negara periferi tersebut, namun bagi negara lain hal tersebut justru akan menambah ketergantungan negara periferi terhadap negara core, karena sistem ekonomi negara tersebut sudah dikuasai oleh negara core.
Selengkapnya...

Minggu Ke-5 Perdebatan Kapitalisme dan Pembangunan; (Teori-teori Samir Amin dan Bill warren)Kapitalisme dan Imperialisme Hubungan antara kapitalism 0

Kapitalisme dan Imperialisme


Hubungan antara kapitalisme dan pembangunan, antara lain, sebuah titik pusat sengketa dalam debat terakhir antara Samir Amir dan para pengikut dari Bill Warren. Pertanyaan kapitalisme iya atau tidak, telah mempromosikan pembangunan, pada kenyataannya, implicity atau explicity, menduduki banyak literatur marxis yang berhubungan dengan masalah-masalah sistem dunia kontemporer, ketergantungan dan terkait pembangunan.

Namun pertanyaan itu tampaknya didasarkan pada kebingungan. Untuk fakta bahwa kapitalisme, sebagai modus produksi, telah maju kekuatan-kekuatan produksi sampai pada batas yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang sangat berbeda dari pertanyaan apakah kapitalisme atau imperialism tidak menyebar pada skala dunia?.

Kapitalisme berarti mode produksi yang didasarkan pada eksploitasi tenaga kerja oleh modal dan imperialisme berarti proses dimana suatu pembagian kerja internasional dibuat melalui perpanjangan kondisi akumulasi kapitalis pada skala dunia. Dengan demikian fakta bahwa kapitalisme adalah modus progresif produksi tidak selalu mengecualikan kemungkinan menyebabkan keterbelakangan imperialsm.

Imperialisme dapat menimbulkan keterbelakangan yang justru menghambat pembangunan.


Menurut Samir Amin


Amin Mengatakan bahwa seseorang dapat menemukan tiga teori yang berbeda yang menjelaskan keterbelakangan: akumulasi primitif, spesialisasi internasional, dan ketidaksetaraan dalam tingkat upah antara negara. Meskipun berkumpul di titik-titik tertentu, mereka sebenarnya terpisah dan demikian dengan alternatif penjelasan.

Amin menghubungkan tiga penjelasan dengan cara berikut ketika ia menyebutkan bahwa:

Bentuk yang berbeda antara masa lalu, sekarang, dan mungkin akan datang.Dari spesialisasi yang tidak setara yang merupakan mekanisme akumulasi primitif yang menguntungkan pusat. Ini adalah mekanisme yang, menemukan ekspresi dalam meningkatkan perbedaan dalam upah tenaga kerja, pengabdian dan penonjolan keterbelakangan. (Amin, 1976; 190-91).

Menurut Amin, munculnya monopoli pada akhir abad ke-19 menciptakan kondisi untuk upah tingkat menengah yang meningkat bersama-sama dengan produktivitas,sementara upah di tingkat pinggiran tetap rendah. Sampai kemudian pertukaran adalah sama, kemudian terjadi pertukaran yang tidak seimbang yang dimulai karena perbedaan dalam tingkat upah (Amin, 1976: 187-88).

Kemudian Pentingnya 'spesialisasi internasional' dalam teori Amin juga tidak begitu jelas. Menurut Amin, spesialisasi Internasional dimulai ketika kapitalisme menjadi sistem dunia dan ini ternyata hasil dari Revolusi industri (Amin).


Akumulasi Autosentris


Teori utama yang menjelaskan baik 'akumulasi primitif' dan 'spesialisasi internasional' adalah ketidaksetaraan dalam tingkat upah dan dalam kerangka teori ini Amin sudah cukup dalam untuk menjelaskan perbedaan antara pusat dan pinggiran. Masalah utama dalam proses akumulasi kapitalis adalah kontradiksi antara kapasitas untuk memproduksi dan mengkonsumsi kapasitas. Oleh karena itu hubungan penting dalam sistem ini adalah bahwa antara produksi barang modal dan produksi barang-barang konsumsi, yang pada gilirannya disediakan oleh luasnya pasar internal.


Sementara kapitalisme sentral ditandai oleh akumulasi autocentric, dalam karakteristik utama artikulasi pinggiran 'dari proses akumulasi di pusat keberadaan suatu hubungan obyektif antara harga dari tenaga kerja dan tingkat perkembangan kekuatan produktif, sama sekali tidak ada. Perbedaan antara pusat dan pinggiran dalam terms dari perilaku dan upah juga memiliki implikasi lain. 'Akumulasi Autocentric memberikan modus kapitalis di pusat sistem kecenderungan untuk menjadi eksklusif, yaitu, untuk menghancurkan semua mode pra-kapitalis (77).Amin tidak dapat membedakan antara pusat dan pinggiran melalui konsep akumulasi autocentric. Konsep akumulasi autosentris seharusnya untuk mendefinisikan kapitalisme metropolitan,yang hanya berlaku untuk tahap kapitalisme monopoli. Pada gilirannya, yang berarti bahwa dalam fase kapitalisme politan kompetitif untuk menjelaskan perkembangan ekonomi metropolitan, dalam fase kompetitif, yang secara teoritis tidak dapat dibedakan dari ekonomi perifery.


Developmentalisme


Konsepsi masyarakat ideal dikembangkan juga secara samar. Hal ini menjadi ideal karena ketika pembangunan menjadi perhatian utama, Pembangunan negara-negara memberikan 'model' dimana perbedaan harus adil. Dengan pengaturan standar kapitalisme metropolitan, Tingkat pinggiran seharusnya untuk menampilkan distorsi tertentu (Smith).
Bagaimana 'sistem' dalam masyarakat kapitalis maju adalah evaluasi politik
yang tetap jelas dengan hasil bahwa kesimpulan politik anti-kapitalisme dalam cita-cita pembangunan menghasilkan kebingungan.

Perspektif developmentist dan visi kelas kapitalisme kurang tercermin dalam kesimpulan politik Amin.Konsep akumulasi autocentric menyiratkan bahwa rumus untuk pembangunan ini adalah resolusi kontradiksi dan sikap Amin untuk kasus sosialisme: teori ini menyatakan bahwa ada perbedaan mendasar antara model akumulasi mandiri dan model penjelasan periphery,sistem kapitalis ... itu termasuk prospek kapitalisme, dan otonom di pinggiran. Ini menegaskan bahwa sosialis dengan sistem ini memerlukan obyektifitas.(Amin). Evaluasi developmentist kapitalisme tentu merupakan hasil dalam kerangka ahistoris yang mengecualikan periodesasi teoritis yang bermakna dari ekonomi dunia dan pembagian kerja internasional, yang berdasarkan pada konsep perjuangan kelas.


Menurut Bill Warren

Pandangan Bill Warren, Dalam arti paradoks, bukan merupakan kritik neo-Marxisme, karena gagal memutuskan hubungan dengan kerangka yang sama 'developmentist'. Sementara Amin mencoba membuat perbedaan antara pusat dan pinggiran tanpa sukses, warren tampaknya tidak mengakui perbedaan tersebut. Oleh karena itu, sementara argumen Amin adalah kritik developmentist kapitalisme, yang warren merupakan pertahanan developmentist yang pada titik tertentu cenderung menjadi permintaan maaf atas kapitalisme. Tujuan utama Warren adalah untuk menghidupkan kembali perspektif Marxis klasik pada kapitalisme, yaitu misi historis yang terakhir untuk mengembangkan kekuatan produksi.

Bahkan Warren mengatakan bahwa serangan formiddle tentang kecenderungan nasionalis dalam neo-marxisme.

Bantahan Teori Ketergantungan : Industrialisasi di Negara Pinggiran.

Dimana Bill warren menunjukkan bahwa proses industrialisasi memungkinkan pertumbuhan ekonomi di Dunia Ketiga. Pendapat Warren mendapat dukungan dari Fernado Henrique Cardoso dan Peter Evans dimana mereka meyakini bahwa pembangunan dan industrialisasi memang terjadi di negara pinggiran. Pada akhirnya melahirkan apa yang disebut oleh Peter Evans sebagai Aliansi Tripel, yaitu kerjasama antara:

(1) Modal asing,

(2) pemerintah di negara pinggiran yang bersangkutan

(3)borjuasi lokal. Modal asing, melalui perusahaan-perusahaan multinasional raksasa, melakukan investasi di negara pinggiran tersebut.

Kapitalisme dan sosialisme tidak dianggap sebagai mode produksi yang memiliki relevansi kelas, tetapi lebih sebagai sistem ekonomi yang memungkinkan untuk pengembangan lebih atau kurang. Tidak ada kesimpulan politik bisa tanpa suara dan dapat diandalkan mengacu pada hubungan-hubungan produksi dan kelas. Selain itu, istilah perdebatan adalah ditulis dalam kerangka yang idealis pengalaman direproduksi di seluruh dunia. perspektif seperti gagal untuk melihat bahwa pembangunan tidak identik dengan kepuasan kebutuhan manusia.Kedua penulis, disibukkan dengan hubungan antara kapitalisme dan pembangunan sebagai suatu proses abstrak, mencapai visi kesatuan dari sebuah 'semua atau tidak' politary. Mengenai pembangunan atau keterbelakangan sebagai proses kesatuan merupakan hasil dari pengabaian evolusi hubungan kelas baik di dalam maupun di seluruh negara. Hal ini langsung cocok untuk konsepsi umum pembangunan atau keterbelakangan sebagai proses pusat-determinated.


Selengkapnya...

gusti rafangga 105120400111016 0


Minggu 6

Masyarakat mencari pembangunan karena hal itu sangat diperlukan, dan karena hal itu penting maka masyarakat mencarinya. Teori postdevelopment mengatakan bahwa tujuan dari pembangunan berkaitan erat dengan modernisasi, yang memerlukan perluasan kontrol dari dunia barat dan sekutunya di negara-negara berkembang. Dengan kata lain tujuan dari pembangunan bukanlah human development melainkan kendali oleh manusia dan penghapusan dominasi. Teori ini juga membuat beberapa klaim yang menarik, bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan peningkatan taraf hidup melainkan peralihan dari ekonomi yang sebelumnya bersifat informal ke dalam jaringan sirkulasi komoditas.

Postdevelopment sendiri tidak menciptakan sebuah teori pembangunan, mereka hanya mengkritisi teori pembangunan sekarang. Post development menyakini adanya suatu new beginning dari pembangunan karena pembangunan pada dasarnya tidak pernah berakhir hanya berubah sesuai interpretasi masing-masing.
Selengkapnya...

gusti rafangga 105120400111016 0


Minggu 5
The development and under development
Contemporary Underdevelopment bisa dimengerti sebagai produk atau refleksi dari ekonomi, politik, sosial dan karakteristik budaya atau struktur. Beerdasarkan penelitian historis contemporary underdevelopment merupakan produksi  dari masa lalu dan adanya kelanjutan ekonomi juga relasi antara underdeveloped dan metropolitan countries. Pembangunan ekonomi pada negara satellite hanya terjadi dengan adanya hubungan atau difusi.
Adanya hipotesis yang melihat masalah hubungan antara metropolis dan satelit:
  • 1.       Hipotesis pertama
Sebaliknya untuk membangun world metroolis dimana tidak ada satelit, pembangunan akan terbatas dikarenakan status satelit mereka.
  • 2.       Hipotesis kedua
Negara satelit akan mengalami perkembangan ekonomi yang sangat besar ketika ikatan merka dengan metropolis melemah.
  • 3.       Hipotesis ketiga
Hipotesis ini didasrkan pada struktur metropolis-satelit bahwa underdeveloped dikarenakan pada masa lalu memiliki hubungan yang dekat dengan metropolis.

Semua hipotesis diatas menunjukkan bahwa global extension dan unity of the capitalist system adalah struktur monopoli dan merupakan suatu pembangunan yang tidak merata,
Selengkapnya...