Jumat, 07 Oktober 2011

Yogie Siswo S / 105120401111022

Week II

What Does Development Mean ? The Rejection of the Unidimensional Conception

Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir seperti yang kita ketahui banyak negara-negara yang semakin miskin hal ini menimbulkan beberapa kritik mengenai pembangunan yang konvensional diantaranya adalah pertama, adalah distribusi dari sumberdaya-sumberdaya dan konsentrasi pembangunan yang lebih mengarah ke negar-negara maju, kemudian yang kedua adalah mengenai pembangunan di negara dunia ketiga yang pada teori dan prakteknya tidak memungkinkan untuk mengubah standar hidup mereka seperti negara-negara yang maju dan kaya.

The conventional, "unidimensional" conception of development

Dalam perkembangannya konsep pembangunan konvensional sangat sulit untuk dipraktekkan secara teoritis masih banyak tujuan dari pembangunan konvensional yang kurang jelas sehingga sangat sulit untuk merealisasikan tujuan tersbut, pembangunan yang konvensional adalah pembangunan yang berfokus pada kebutuhan peningkatan produksi dan konsumsi, ekspor dan investasi modal.

The "Conserver Society" Vision

Merupakan suatu teori dari pengembangan dimana “Conserver Society” memandang bahwa pembangunan sebenarnya adalah seperti kumpulan masyarakat yang mampu untu mengolah sumberdaya yang ada dan mengeluarkan biaya yang relatif murah untuk pembangunan yang berkelanjutan secara ekologis/

Reoganisation

Merupakan suatu konsep dimana untuk mencapai pembangunan yang memuaskan kita harus mengetahui terlebih dahulu tujuan dari pembangunan kemudia kita harus mampu mengorganisrir sumberdaya baik sumber daya fisik ataupun biologis untuk meningkatkan pembangunan.

Consider Ladakh

Ladakh adalah suatu wilayah dekat Tibet di mana masyarakat hidup di dalam kondisi yang sangat sulit pada ketinggia 14.000 kaki, dengan menggunakan peralatan yang bisa dikatakan jauh dari peralatan modern seperti di daerah negara maju. Terdapat nilai-nilai yang baik dalam masyarakt, mampu mengolah sumberdaya yang ada, Namun melalui cara-cara tersebut mereka mampu mencukupi kehiduapan sehari, bahkan mereka merasa puas atas apa yang telah mereka jalani. Dari sinilah sebenarnya pertanyaan muncul, bagaimana seharusnya pembangunan itu ? mengingat hanya dengan kehidupan yang seperti itu saja masyarakat Ladakh sudah pus.

Week III

The Stages of Economic Growth : a non-comunist manifesto (1960)

5 tahap pertumbuhan (W. W. Rostow):

1. Traditional Society, adalah suatu tahap dimana struktur yang ada dalam masyarakat masih dalam batasan tradisional, pada masyarakat dengan struktur tradisonal ini mereka lebih berfokus kepada pertanian dan dengan jauga dala mengolahnya masih menggunakan peralatan yang tradisional.

2. Preconditions For Take-off, adalah suatu masa transisi dari masyarakat tradisional menjadi masyrakat modern, dimana mereka menggunakan modal dalam pertanian, kemudia mereka juga menibgkatkan industri di bidang pertambangan, kemudian terdapat investasi di dalamnya, kemudian juga terdapat lembaga tingkat nasional.

3. Take-off, adalah tahap dimana suatu masyarakat telah dalam keadaan pertumbuhan ekonomi yang stabil kemudian juga dalam mayarakat tersub pekerja di sektor pertanian semakin berkurang.

4. Drive to Maturity, adalah tingkatan dimana masyarat mampu mengolah secara efisien sumberdaya yang ada dengan menggunakan kemajuan teknologi yang modern.

5. Age of High Mass-Consumption, adalah tahap atau tingkatan dimana masyrakat menjadi lebih konsumtif terhadap produk barang atau jasa terutama produk yang dapat digunakan dalam kurun waktu yang lama.

1 komentar:

  1. ka untuk tahu lebih lanjut penjelasan dari blog soal ladakh ini bisa dikonsultasiin di kaka gak?

    makasih:)

    BalasHapus