Karl Marx merupakan salah seorang pemikir strukuturalisme dimana ia mencoba menelaah fenomena sosial berdasar kondisi waktu dan tempat dimana suatu fenomena terjadi. Namun, pemikiran strukturalisme ini mendapat banyak kritik dan kecurigaan dari pemikir lain. Kemudian munculah pemikiran poststrukturalisme yang mencoba kembali untuk memberikan pemahaman pada dunia sosial terutama pada konsep pembangunan. Pemikiran “post-strukturalis” merupakan penyegaran dari strukturalisme . Post strukturalis kemudian melihat bahwa peran individu sangat besar dalam berkontribusi pada pembangunan serta melihat pula bahwa pembangunan merupakan modern power dan social control.
ENLIGHTENMENT
Enlightenment menganggap bahwa pemikiran manusia yang rasional mampu menjadi standar baku dalam berperilaku. Namun, pemikiran ini kemudian mendapat kritik dari post-strukturalis dan post-modernis karena dianggap memasukan unsur bahwa bangsa Eropa merupakan ras awal yang berpikir secara rasional dan membawa standar baku ke seluruh dunia.
Sedangkan pemikirna Marxis membawa dua sisi terhadap Enlightenment. Di lain pihak dia mendukung pemikiran dasar Enlightenment bahwa rasionalitas manusia terkadang mampu mengungguli segalanya termasuk agama. Di lain pihak, Marxisme menentang pemikiran ini karena rasionalitas mampu memperkokokh posisi kelas atas.
FOUCAULTS’ IDEAS
Pada intinya, Foucault meragukan pemikiran modern. Dia memiliki 2 prinsip dasar, yaitu: pemikiran modern bahwa universal humanity merupakan sarana bagi bangsa eropa yang merupakan bagian minoritas dan emansipatory dari Enlightenment Eropa merupkana usah untuk menjadikan standar perilaku Eropa sebagai identitas dasar dari masyarakat modern.
Yang terakhir adalah pemikiran post-kolonialisme yang memaksa rekonstruksi dari identitas masyarakat modern yang disahkan menurut standar bangsa Eopa yang merupakan hasil dari kolonialisme pada masa lampau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar