Kamis, 15 Desember 2011

Adha Panca Wahyu Adika/105120400111040

Review Minggu 10


Satu cara untuk menjelaskan dan memahami neoliberal adalah dengan fokus pada asal usul dan evolusi sebagai sebuah konstruksi sejarah. Reaksi neoliberal muncul secara penuh pada 1970an, namun label ‘neoliberal’ telah digunakan sejak 1950an. Muncul pertama sebagai konsep di Eropa dan Amerika Latin pada 1950an dan 1960an. Bentu asli dari neoliberalisme sering mengarah pada gerakan yang disebut ‘hak modern’. Hak modern Amerika Latin teroganisir dengan baik, dioperasikan dengan banyak pada bidang serangang revolusioner, termasuk analisis kebijakan, indoktrinasasi ideologi, propaganda, infiltrasi, dan siaga militer. Sejak ide baru tersebut susah memasuki universitas, dibangunlah sarana yang di dalamnya menyalurkan ide tersebut. faktanya di Chile, selama periode military rule, neoliberal memperoleh kontrol penuh atas departemen pendidikan yang krusial, seperti fakultas-fakultas ekonomi, dan menggantikan ‘radikal’ dan strukturalist yang selama ini mendukung doktrin utama Komisi Ekonomi UN untuk Amerika Latin. Dari posisi ini, kontrol ideologi pada birokrasi dan akademik sangatlah aman. Setidaknya ada 5 aliran utama pikiran neoliberalism yang teridentifikasi, antara lain : (1) ekonomi neoklasikal dan dasar rasionalitas ekonomi semata-mata akibat dari pilihan individu sepenuhnya; (2) monetarisme dan resepnya pada pengendalian fiskal; (3) politik neokonservatif: sebuah cabang dari dari reaksi moralitas dan kulturalitas menggabungkan pada satu sisi kekecawaan kesejahteraan liberal, dengan reaksioner yang palsu dan ‘cold warriors’; (4) mengubah versi darwinism sosial abad 19 dengan Malthusia dan konotasi determinan; (5) kuasi-mistikal ‘objektifitas’ individualism.

Neoliberal dapat dilihat sebagai wacana melegitimasi elit nasional dan rezim internasional. Budaya barat adalah arti dari sebuah revolusi ekonomi. Pusat dari penyebaran adalah US, yang pertumbuhan industri tercepat adalah industri hiburan. Produksi dan penyebaran informasi bergerak dari Utara ke Selatan, memungkinkan semua bentuk transformais nasional menjadi hal kecil yang umum dan itu sebabnya ada tipe universal. Terdapat perbedaan fenomenal antara minoritas mengaksese teknologi dan mayoritas yang berpengalaman, ketidakadilan digital sama halnya dengan ketidakadilan materi.
Dorongan budaya neoliberalisme disamakan dengan elit pada core dengan ide modernisasi. Konstruksi ini menjadi hegemon karena dioercaya tidak ada alternatif atas neoliberalisme.
Kenaikan neoliberalisme didasarkan pada adanya konstitusi yang kuat umtuk siapa ideolodi ini disediakan, sebuah rancangan kebijakan dan pembenaran intelektual untuk kepentingan mereka. Transnasionalisasi produksi dan modal melemahkan kedaulatan teritorial, dan pemerintah dimanapun dibuat kekuatan ekonomi eksternal dibawah kontrol mereka. TNCs mampu untuk menghancurkan hambatan kedaulatan, dan membuat tempat baru untuk kekuatan dan pengaruh integrasi transnasional, tidak hanya posisi dominan di negara berkembang yang mereka tempati, tapi pengaruh mereka bisa lebih menghancurkan di Third World.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar