WEEK XI: Feminist Theories of Development
Feminisme serta kemunculan tuntutan serta kritiknya terbagi menjadi beberapa gelombang. Gelombang yang pertama muncul pada pertengahan abad ke-19 adalah tuntutan akan kesamaan hak wanita dalam kepemilikan materi dalam suatu pernikahan yang kemudian berlanjut hingga akhir abad ke-19 yang menuntut adanya hak untuk berpolitik serta hak untuk memilih yang baru terkabul pada awal abad ke-20 tepatnya pada tahun 1918-1928. Gelombang kedua muncul pada tahun 1960an hingga akhir 1980an yang isinya mengritik kapitalisme seebagai sebuah sistem yang tak adil terhadap gender, menuntut persamaan hak sipil, serta pernyataan sikap anti terhadap perang vietnam. Gelombang feminisme yang kedua memunculkan berbagai macam jenis aktivis feminisme. Sedangkan gelombang ketiga memunculkan lebih banyak jenis feminisme akibat keterkaitannya dengan kemunculan post-strukturalisme dan post-modernisme. Feminisme gelombang kedua serta ketiga yang sarat dengan tema ketidaksetaraan, keimiskinan, dan hubungan gender membentuk suatu bentuk baru akan sebuah ide kritik terhadap pembangunan yang kemudian membuat wanita dikenal akan peran serta kritiknya dalam pembangunan serta ide teorinya.
Teori-teori tentang pembangunan sendiri mendapatkan kritik keras dari dari feminis yang menuntut pengkajian, pendefinisisan, serta penulisan ulang akan apa yang dimaksud dengan pembangunan. Hal tersebut dikarenakan pembangunan serta teori-teori yang terkait terlalu berpusat pada maskulinitas dan asumsi rasionalitas sebagai identitas para laki-laki yang secara jelas memperlihatkan adanya gender-biased dalam teori serta para pelaksana pembangunan tersebut. Sedangkan isu dasar tentang penulisan ulang teori pembangunan terletak pada banyaknya wanita yang menjadi buruh, tidak dilibatkannya negara dunia ke-3 dalam teori pembangunan, serta pertanyaan akan perbedaan yang ditimbulkan apabila fokus pembangunan dipusatkan pada hubungan gender dan peran wanita. Interaksi antara feminisme dengan pembangunan sendiri dapat dibagi menjadi 5 jenis yang terdiri dari berbagai sifat dan tujuan sebagai berikut: 1. WID (Women in Development) yang liberal serta bertujuan merestrukturisasi program pembangunan; 2. WAD (Women and Development) yang sosialis dan menuntut adanya alternatif pembangunan; 3. GAD (Gender and Development) yang radikal dan menuntut emansipasi wanita; 4. WED (Women Environment and Development) yang berfokus pada plitik dan ekologi serta menuntut adanya pembangunan yang berkelanjutan; dan 5. PAD (Postmodernism and Development) yang posmodernis dan berfokus pada adanya postdevelopment atau bentuk lain dari pembangunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar